Bupati Pemalang Ditangkap KPK Sehari Usai Dilantik, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Bupati Pemalang Ditangkap KPK Sehari Usai Dilantik, Diduga Terkait Suap Barang Jasa dan Jabatan

Indonesiakanal – Bupati Pemalang, Jawa Tengah, Mukti Agung Wibowo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (11/8/2022) malam Padahal sehari sebelum penangkapan, ia sempat berpesan kepada jajarannya untuk tidak korupsi. Hal tersebut disampaikan Mukti saat melantik Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemalang, Slamet Masduki menjadi Penjabat (PJ) Sekertaris Daerah di Ruang Aula BKD Pemalang, Rabu sore (10/8/2022).

Jabatan Sekda Pemalang sempat kosong setelah Sekda sebelumnya, Mohammad Arifin ditetapkan sebagai tersangka oleh Dirkrimsus Polda Jateng dalam kasus korupsi pembangunan proyek jalan Kabupaten Pemalang tahun 2010.

Baca Juga: Konflik ‘Tetangga Tembok Tetangga’ di Pulogadung

Bupati Pemalang Lantik Pengganti Sekda yang Terjerat Korupsi “Kami juga memberikan masukan terutama Apip (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) sebagai pengawas internal untuk memberikan peringatan dan pengawasan. Lebih baik kita mencegah (korupsi) karena kalau sudah terjadi tidak ada obatnya,” ungkapnya usai acara pelantikan.

Sehari usai dilantik, Plt Sekda juga ikut ditangkap oleh KPK bersama Bupati Pemalang. Pernah janji serahkan gaji untuk rakyat Mukti Agung Wibowo lahir di Tegal pada 2 Oktober 1976. Mukti dikenal sebagai pengusaha di bidang transpotasi yakni pemilik Perusahaan Otobus (PO) Dewi Sri. Sebelum menjadi Bupati Pemalang, ia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pemalang pada tahun 2011 hingga 2016 mendampingi Junaedi. Setelah lepas dari jabatannya sebagai wabup, ia mencalonkan diri sebagai Bupati Pemalang. Ia pun menjadi Bupati Pemalang bersama wakilnya, Mansur Hidayat dan dilantik pada Februari 2022.

Baca Juga : Pangkat Brigadir J dan Bharada E Lebih Tinggi Mana? Ini Urutan Jenjang Kepangkatan Polri

Profil Bupati Pemalang yang Ditangkap KPK, Pernah Berjanji Serahkan Gajinya ke Rakyat Usai dilantik, ia berjanji akan menyerahkan gajinya kepada masyarakat khususnya warga yang terdampak Covid-19. “Gaji saya untuk warga Kabupaten Pemalang. Ini sebagai kepedulian saya kepada warga yang terdampak Covid-19,” tutur Mukti, Jumat (26/2/2021).

Ada 34 orang yang diamankan Saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan, ada 23 orang dari Pemalang yang diamankan. Namun update terakhir, total ada 34 orang yang diamankan oleh KPK. Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, selain bupati, puluhan orang yang ditangkap tersebut terdiri atas kepala dinas setempat, sekretaris daerah (Sekda), kepala bidang (Kabid), dan pejabat lain di Pemalang. “Sejauh ini jumlah yang diamankan ada sekitar 34 orang,” kata Ali dalam pesan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Update OTT Bupati Pemalang: Jumlah Orang yang Ditangkap Menjadi 34 Selain itu KPK juga mengamankan sejumlah uang tunai dalam pecahan rupiah dan beberapa barang lain yang diduga menjadi barang bukti dalam kasus tersebut. “Dugaan suap ini diduga terkait dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang,” kata Ali.

Komentar ditutup.